
Pertamanya, saya mau jelasin kenapa saya milih Fencing sebagai winter sports saya di sini.
- Soalnya itu bukan olahraga yang membutuhkan permainan team. Saya bukan tipe orang yang biasa bermain secara kompetitive dalam sebuah team, kecuali saya yang jadi kapten atau team leadernya. (Kebiasaan dari kecil)

- Soalnya, itu nggak perlu main di luar, halooo ini olahraga musim dingin! Saya butuh penghangat ruangan! Mati kedinginan nggak lucu banget dong.
- Soalnya, nggak perlu pake baju mini mini kayak yang cewek cewek disini biasa make. Eneg kali lama lama kalo liat semua yang serba buka - bukaan, apalagi pas olahraga. Gua cewek normal, males banget ngeliat sesama cewek,
jadi mendingan ini dong, pakaiannya aja dobel dobel. - Terakhir, soalnya saya mau coba hal yang baru. Dan, emang sih 2 tahun berturut alumni Hackley dari sekolahku juga pada ikutan fencing semua, tapi itu bukanlah suatu alasan kenapa aku ikutan ini loh ya, murni karena aku pengen nyobain hal baru.

Dan sebelum saya jauh tenggelam kedalam cerita cerita fencing saya, akan saya jelaskan, apa itu fencing aka anggar, dan tetek bengeknya.

- Fencing alias Anggar bahasa Indonesianya itu disini udah umum banget, dimana di Indonesia saya menemukan bahwa saya nggak pernah denger tentang anggar di daerah saya, bahkan provinsi (kayaknya sih). Fencing itu olahraga secara individual, tapi dikelompokkan dalam sebuah team. Dimainin 2 orang, dengan 2 "alat"nya itu.
- Dasarnya ada 3 jenis fencing, yang didasarkan "alat"nya itu. Bisa di lihat gambar di bawah, yang (A) itu namanya Epee, artinya bagian tubuh yang bisa disentuh untuk mendapatkan point bisa di mana saja, dalam kata lain seluruh bagian tubuh. (B) namanya Sabre. Saya nggak seberapa tahu, soalnya Sabre nggak dimainkan di sekolah saya. Kayaknya sih, dasarnya kurang lebih mirip sama Foil, yang akan saya bahas sebentar lagi. Titik sentuhnya kalo nggak salah, dari bagian bahu sampai ke pinggang, kecuali tangan dan bagian yang sama tampak belakang. Lebih unik daripada Foil lah. Trus, (C) namanya Foil, ini lah yang saya mainkan di quad saya sekarang. Beda dari Epee, kalo Foil, harus ada Right of Way nya yang artinya nggak sembarang nujeb trs dapet point gitu, salah salah malah lawan yang bakalan dapet point lho. Titik sentuhnya sama kayak Sabre, cuman bagian punggung gitu masih bisa di jadikan target.
- Pakaian fencing pun juga njelimet.
Nggak cuman satu rangkep aja. Silahkan lihat gambar di bawah untuk penjelasan lebih jelas. Ada yang namanya Chest Plate, itu buat cewek *only*, buat melindungi daerah dada.
Trs diatasnya ada yang namanya Plastron, gambar kedua, dipake buat ngelindungi lengan kanan. Knickers, itu celana gitulah (gambar 3) Jacket, ya jaket buat ngelindungi tangan sama badan dari pedangnya itu. Trs ada Glove gitu dan Mask, buat ngelindungin leher sama wajah. (Jelaslah, aset penting itu, hehe) 



- Udah ah, penjelasan secara umumnya. Capek!
Pokoknya intinya, fencing itu nggak membahayakan kok, kalo emang kita mainnya pake aturan. Ujung ujung pedannya itu juga tumpul, flat malahan.

Jadi sejauh ini saya sudah maju ke pertandingan sebanyak 4 kali pertandingan. Dan statistiknya..
Hackley vs. Marymount: 3 kali maju, 3 kali menang.Semua itu dengan point maksimal 5 dalam waktu 3 menit. Alhamdulillah, nggak malu maluin negara lah minimal aku, hehehe. Tapi besok Kamis, masih ada pertandingan lagi, seminggu 3 kali bok ini. Capek, ya Tuhan!
Hackley vs. Rye Country Day: 4 kali maju, 1 kali menang. (LAWANKU COWOK SEMUA!!)
Hackley vs. Saint Ann: 2 kali maju, 2 kali menang.
Hackley vs. Lourdes: 2 kali maju, 2 kali menang.
Kesimpulan: Alhamdulillah..
Tapi musti harus tetep semangat, buat nama sekolah.. GO HACK! 
Jadi intinya, fencing itu..
STABBING OR POKING?Jawabannya, wallahualam! Who knows? Pokok nujeb pertama, dengan right of way and.. YOU GOT THE POINT!

(eits, gambar diatas ini nggak menggambarkan fencing lo ya hehehe)









orang itu adalah 




Di tambah waktu itu kan di dalem rumah jadinya aku "nyeker", alias nggak pake alas kaki. Tapi ya nekat ajalah keluar sebentar. Nggak peduli dinginnya kayak apa. Trus langsung aja aku nyamber salju terdekat yang numpuk di atas bunga di deket pintu.


Berhubung aku penasaran, langsung aja deh salju yang ada di tanganku itu "rasakan" aliasnya aku "makan".








